Dadi peneliti? Wani!

Share:

Dadi peneliti? Wani!

 

Surabaya, Kampus Urusulin-Sanmaris-Selasa (30/04/2024)  Awal April yang lalu sekolah-sekolah dasar di Surabaya diminta mendaftarkan peserta didiknya untuk mengikuti kegiatan Lomba Peneliti Pelajar Surabaya (LPPS) 2024. Hal  ini disampaikan kepala satuan pendidikan, Ibu Ike Christyowati, S.Pd. dalam rapat guru. Kami pun segera menindaklanjuti dengan membentuk tim lomba dan segera memilih  peserta didik yang akan mewakili SD Santa Maria di ajang lomba yang diselenggarakan secara offline ini.

Lomba pelajar yang bertujuan untuk mempersiapkan masa depan siswa melalui penelitian ini memiliki konsep lomba di beberapa bidang seperti Matematika, Sosial dan IPA. Sekolah yang mengikuti lomba memilih salah satu judul penelitian untuk bidang lomba yang akan diikuti. SD Santa Maria memilih bidang IPA yaitu pembuatan pupuk cair dengan menggunakan bahan limbah alami yang mudah didapat dari sekitar sekolah.

Latar belakang munculnya ide pembuatan pupuk ini adalah dari banyaknya sampah daun kering sekitar sekolah. Penelitian ini sebagai salah satu wadah yang tepat untuk  memanfaatkan limbah alami yaitu daun kering. Hal ini mengajarkan kepada siswa SD Santa Maria  bahwa dengan bahan yang murah meriah namun dapat berguna menyuburkan tanaman di sekitar sekolah.

Lomba yang diawali dengan penyerahan proposal penelitian ini, diwakili oleh dua siswa dari tiap sekolah dasar di Surabaya. SD Santa Maria diwakili oleh siswa kelas 5 yaitu George Bryan Soetanto dan Stefanus Christian Andra Wicaksono. Siswa kelas 5 ini sangat senang dan bersemangat karena terpilih mewakili sekolah dalam Lomba Penelitian Pelajar Surabaya yang akan dilaksanakan pada pertengahan Mei mendatang.

 Bryan dan Andra berproses mulai dari mengumpulkan daun-daun kering hingga ke proses pembuatan pupuk cair. Waktu pembuatan dari kegiatan awal memakan waktu tiga kali pertemuan. Sedangkan untuk mendapatkan hasil pupuk cair itu sendiri siswa  masih harus menunggu waktu fermentasi selama satu minggu ke depan. Setelah itu baru mereka akan menguji hasil fermentasi pupuk pada proses perkembangan benih sayuran sawi pokcoy (Brassica rapat L.). Tentunya teman-teman mengenal sawi pokcoy yang dikenal juga dengan sebutan sawi sendok, sayuran yang memiliki daun warna hijau, bergizi tinggi dan ekonomis. Sayuran ini memiliki banyak nutrisi, vitamin, mineral, serat dan berperan juga sebagai antioksidan.

 Proses berikutnya, Andra dan Bryan masih harus bertekun dalam penelitian yang direncanakan agar dapat berhasil. Keberhasilan ini akan dibuktikan dengan hasil tanaman sayuran yang tumbuh dengan baik. Selain mereka berjuang dalam hal mempraktekkan secara langsung pembuatan pupuk dan menanam, mereka juga harus banyak menambah wawasan dan pengetahuan terutama yang berhubungan dengan nutrisi yang diperlukan tanaman beserta bahan-bahannya.

Kita harapkan teman-teman kita Bryan dan Andra sukses dalam Lomba Peneliti Pelajar Surabaya ini ya! Teman-teman silakan datang untuk menyaksikan lomba yang diikuti 151 Sekolah Dasar kota Surabaya ini, yang akan dilaksanakan pada tanggal 15 Mei 2024 di Balai Pemuda Surabaya. Teman-teman dapat hadir di sana mulai dari pukul 07.00 hingga pukul 16.00 WIB. Mohon doa dari teman-teman ya semoga sekolah kita dapat menampilkan yang terbaik dan menjadi pemenangnya!

 

Penulis : Resdiana, S.PdSD

 

 

Sumber diambil dari laman: https://sd-sby.sanmarosu-jatim.sch.id/news/show/dadi-peneliti-wani

Dirilis pada tanggal 30 April 2024