Sentra Serviam dalam pendidikan KB-TK Santa Maria Sidoarjo

Share:

Sidoarjo - TK Santa Maria II. Tumbuh kembang anak-anak di usia 4–5 tahun menjadi masa yang penting dan perlu perhatian khusus. Hal ini karena anak mulai aktif bereksplorasi. Salah satu bentuk dukungan orang tua pada masa ini, yaitu dengan menyekolahkan anak di Taman Kanak-Kanak. TK merupakan jenjang pendidikan pertama bagi anak-anak yang bertujuan untuk mengembangkan kemampuan dasar, menanamkan kemandirian dan ketrampilan sosial serta mempersiapkan mereka menempuh jenjang pendidikan berikutnya.

Menanggapi kebutuhan anak tersebut, KB-TK Santa Maria Sidoarjo menghadirkan model pembelajaran SENTRA. Model pembelajaran Sentra yang dikembangkan, yaitu Sentra Serviam, Sentra Persiapan, Sentra Bahan Alam, dan Sentra Balok, dimana  peserta didik dapat mengembangkan potensi dan bakat  yang ada dalam diri mereka.

Salah satu Sentra yaitu Sentra SERVIAM semula disebut Sentra Iman Katolik  (Sentra IMKAT). Dimana dalam Sentra Serviam guru mengajak peserta didik untuk lebih mengenal Yesus dengan mendengar cerita-cerita dari Kitab Suci dan cerita Santo Santa, mengajak anak untuk terbiasa berdoa dan bernyanyi memuji Tuhan, serta mau melakukan hal-hal sederhana dalam hidup sehari-hari dengan semangat "Aku Mengabdi". Selain itu peserta didik dapat menunjukkan sikap doa yang benar sesuai dengan ajaran Gereja Katholik, misalnya membuat tanda Salib. Selain tentang ajaran agama Katholik yang harus diterapkan dalam Sentra SERVIAM peserta didik juga diajarkan apa yang menjadi kekhasan Ursulin, sehingga peserta didik memiliki karakter sesuai dengan pendidikan Ursulin pada umumnya serta seturut teladan Santa Angela. 

Pembelajaran Sentra Serviam menyentuh aspek kehidupan, termasuk sikap dan perilaku. Misalnya, saat di kelas sedang membahas kisah penciptaan, guru tidak hanya mengajak peserta didik untuk mempelajari ilmu pengetahuannya saja, tetapi juga mengajarkan tentang cara menyayangi makhluk ciptaan Tuhan. Dalam pembelajaran Sentra ini peserta didik akan belajar sambil praktek langsung ( Learning by doing ), guru dapat mentransfer ilmu dan peserta didik dapat menerima materi dan mengembangkannya dengan baik sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai.